Lantunan Gempa di Pundong (Plang dan Ipal)
Plang
Hoi! Lurah di situ!
Masjid belok kanan Pak!
Kami tahu dimana ketua-ketua RT!
Kami tetap kokoh
Yang lain sudah roboh
Kami tuding Dukuh!
Teriak kami pada ketua pemuda
KELUAR KAU!
Sombong kami punya tanda panah
Tunjuk mereka pemegang amanah
Di sini kami menusuk Tulung
Pak RT gerah. Bu dukuh resah.
Kami tetap kokoh
Yang lain sudah roboh

Program kkn paling klise, buat papan petunjuk yang biasa kami sebut plang. Saya dan teman saya Ifan, dengan segala akal membuatnya. Kok bisa jadi ya? Padahal anak kota ini cuma tau pegang pulpen pencet kalkulator. Yang pasti kami minta bantuan pada tukang kayu lokal dusun. Terima kasih pak Nano, saya doakan bisa jadi dukuh yang baik, entah kapan dan dimana.
Di dusun kami buat delapan, buat dukuh, dua masjid, ketua pemuda, tiga ketua rt, dan lurah.
Subhanallah, ketika gempa tiang-tiang plang itu masih berdiri tegak di depan rumah-rumah yang sudah rata…
Ipal
Kukira sumur,
bulat tidak, lonjong bukan
Meringkuk di tanah Kang Suprih
Keberadaanmu mahal
Hanya ipal padahal
Ipal apa kabarmu?
kami tidak khawatir, hanya bertanya
Guncang persembunyianmu
Rumah Suprih, entah kemana

Ipal ini tempat limbah aci seharusnya bermuara. Bikin teman-teman pe’ef dipanggil kulkas, kuli kasar, yah tak apalah yang penting niatnya. Ipal dibuat di tanah seorang pengusaha pati aci yang dengan besar hati memberi “secomot” tanahnya untuk si ipal, pak Suprih namanya, terima kasih Pak!
Berhubung gempa, rumahnya hancur, yang bikin aci libur, ipal jadi nganggur. Ipal, ipal, nasibmu…
Ipal tidak lupa berterima kasih kepada pak Jumadi, pak Tambahono, pak Sami dan pak siapa lagi namanya (…lupa), pokoknya terima kasih katanya.
Banyak yang saya tulis disini mengenai sesuatu yang kalian sebut benda mati, mati secara biologis. Terus terang pikiran saya sangat terbuka tentang hal-hal semacam itu ketimbang menulis tentang seorang teman atau orang-orang yang saya kenal. Jadi maafkan saya teman-teman kkn, bukannya saya tidak punya kesan terhadap kalian, ini karena saya sangat tertutup dalam menulis perasaan saya tentang manusia (huuu…)
Blog ini, dalam angan-angan bisa dijadikan tempat menuangkan ide-ide, hanya saja untuk memulai saya coba dengan hal-hal yang sederhana dulu, seperti di atas.
Insya Allah, jika ada kesempatan akan saya lengkapi dengan topik yang lain.
Alasan lain yang bagus jadi blogger: latihan menulis atau yang lebih serius lagi latihan jadi penulis (wow… aamiiin), sarana breaking ice dari metode numerik, analisis struktur bleketek cuih.
Ada juga yang bilang untuk promosi diri, hmm, untuk yang satu itu kayaknya bukan alasan saya disini. Kalo dah laku kan gak usah dipromosikan lagi…(yeee…)














sip.. sip.. sip..
welcome to wordpress blogsphere
Wah…..wah…sungguh ini blog yang menarik, jarang ketemu blog beginian. Ditunggu tulisan selanjutanya
mampir ya ke web ku, ditunggu komentarnya
http://sepedagaek.wordpress.com/
[...] Lantunan Gempa di Pundong (Plang dan Ipal) [...]
Lantunan Gempa di Pundong (Rain) « |T|h|i|n|k|F|a|r|i|s| dibahas juga di dalam 24 Oktober 2008 pada 12:27 pm