Lantunan Gempa di Pundong (Rain)
~~repost aaah, coz my head is still numb right now…need to prepare for my exams ^^~~
Tulisan “Lantunan Gempa di Pundong” (ditulis pada Juni 2006),peninggalan dari blogku yang terdahulu. Sebagai awal setelah bismillah untuk yang baru.
Prosa? Puisi? Syair? Esai? Entah apalah kalian menyebutnya. Muat di buku pelajaran bahasa Indonesia kelas 5 SD pun tidak pantas, apalagi majalah horizon. Tulisan ini mengenai pengalaman saya kkn, yah untuk sekedar memulai jadi blogger bolehlah jadi pujangga dadakan, picisan, huek cuih! Enjoy…
Ternyata hujan bisa terasa menyenangkan.
Hujan kala itu terasa berbeda ketika motor saya laju di pinggir hamparan hijau sawah Pundong. It made me wanna write some words…![]()
Hujan Sunyi
Tidak terlalu deras
Bukan pula gerimis
Butir air di atas pematang, jatuh dengan garis
Indahnya membasahi hijau tanpa suara
Cahaya matahari yang terlambat menghilang ketika itu… ah, indahnya
Ini rahmat pikirku
melancholic…
(ha ha I got da rhymes!)
Seminggu sebelum kkn ada urusan dengan pak Hermawan di dusun klisat, mau minta peta rencananya. Sore-sore hujan-hujan lalu lewat di tengah sawah desa. Pemandangannya luar biasa, ternyata desa tempatku kkn di kaki bukit.














Saat pertama air hujan bertemu dengan tanah…
Wanginya menenangkan…
That’s why sometimes I love the rain…
Bikin tidur lebih nyenyak…heheh
@mel: hihi iya, nyium ‘bau hujan’ bawaannya jadi pingin tiduuur aja.
for rain..never complain!
Hujan adalah anugerah, Saat doa mustajab utk dikabulkan. Maka perbanyaklah berdoa di kala hujan..
thats why i am in love with rain
@afra: always yak? saya sometimes ajah…hehehe