Munajah Bintang Kelana

Munajah Bintang Kelana
Riwayatku tertulis dalam senyap
tanpa air mata dan tawa
tanpa keluh dan harap
Dingin adalah saksi kelahiranku
dalam pangkuannya juga matiku
Gelap adalah peraduanku
tempatku bermimpi tentang Kelam
Sunyi adalah Sahabatku
kepadanya ku bercerita tentang Sepi
Kehampaan adalah selimutku
tempatku berlindung dari Ketiadaan
Ku tak tahu darimana ku memulai
dan dimana ku kan berkata
“kita sudah sampai…”
Ya Allah,
tanpa manzilahMu
kutaktahu timur dan barat
tanpa manzilahMu
debu ini hilang dalam sesat
~Fikri Faris
Fajar 7 Dzulhijjah 1429














Merasa kesepian di tengan keramaian.
Ramenya teman, sahabat sudah terasa tak asyik lagi..
Loh..loh..apa apan nih
btw, pertamax ya
puisi yg bagus,,,,
jadi iri,
main main yuk ke
http://www.siamang.tk
salam kenal,,
ya Allah Sang Maha pembolak balik hati, jadikanlah Islam sebagai tiang penyanggaku hingga akhir hayat, Amin
Dari dulu saya blom pernah bisa menulis puisi hehe.. semoga ada hikmahnya
Katamu:
…Ku tak tahu darimana ku memulai
dan dimana ku kan berkata
“kita sudah sampai”
Kata Gibran:
“…Jiwa berjalan di atas semua jalan, ia tidak berjalan di atas sebuah garis dan tidak tumbuh bagai ilalang,
Jiwa membuka dirinya seperti kuntum teratai dengan daun bunga maha tak terhingga…”
Kata-ku:
Jadi, Tak perlu kautahu dimana harus memulai, Pun tak perlu kautahu kapan akan berakhir
Hanya satu yang harus kau perhatikan,
Tetaplah berjalan..
Puisinya bagus…dua jempol buat bangfik!
Tapi, puisi yang “dulu” itu mana??? Mana??? *penasaran.com*
Jangan pura2 lupa
wah..hebat bisa bersahabat sama sunyi. hhi
puisinya bgusss ..
salam kenal
aku merinding bacanya! fikri, ada PR buat kamu, liat blog aku ya!! selamat menderita!
hm… puisi yg dalam….(komentar macam apa ini)
Bagus, ya, puisinya…
Salam kenal juga, makasih udah berkunjung…
tukeran linkkkkkkkkkkkkkkkkkk!
oke2? ^^
puisinya bagus mas Faris… ^_^
antum mampir di sini ya, butuh koreksi untuk puisi ini…
http://blog.its.ac.id/fitriawanenviroitsacid/
sunyi.., senyap..dan
hampaSungguh menyentuh.
Lagi ngapain bro?
hmm, puisiku tentang komet loh ya, tp intrpretasi sy kmbalikan k pmbaca…
walau bberapa bait ternyata emg gw banget, huhuooo tentang komet ya…
kirain ttg bintang jatuh [jiah!]
maka debu, kembali ke debu!
“Gelap adalah peraduanku
tempatku bermimpi tentang Kelam”
kini, cahayaNya adalah energiku
tempat cerahkan mimpi peroleh cintaNYa
sehingga kelam musnah dari pandangan.
puisi yang luar biasa sobat!!!
teruslah berkarya, semoga jari-jemari ini senantiasa tertunduk dalam penghambaannya.
oh daku belum komeng nang kene ya, komen dulu ah…
bintangnya mantep
It’s nice to be here juga…
+Kunjungan balik+
thanx
wah, puisinya bagus, cocok kalo jadi sastrawan puisi..
salam kenal, ya…
bintang, langit, awan, nebula, aurora, surya, langit selalu penuh pesona…
oohhh bakat terpendaammmmmm…..:mrgreen: bagus akh…kalo komet tuh ya,,,muter2nya teratur…ga taw kapan berhentinya…kalo BBM naik kali yak…hhhh
iyah..komet banget..
sooo nice…luv it,,
izin copas, bolehkah? jazakallah