Munajah Bintang Kelana

comet1

Munajah Bintang Kelana


Riwayatku tertulis dalam senyap
tanpa air mata dan tawa
tanpa keluh dan harap

Dingin adalah saksi kelahiranku
dalam pangkuannya juga matiku

Gelap adalah peraduanku
tempatku bermimpi tentang Kelam

Sunyi adalah Sahabatku
kepadanya ku bercerita tentang Sepi

Kehampaan adalah selimutku
tempatku berlindung dari Ketiadaan

Ku tak tahu darimana ku memulai
dan dimana ku kan berkata
“kita sudah sampai…”

Ya Allah,
tanpa manzilahMu
kutaktahu timur dan barat
tanpa manzilahMu
debu ini hilang dalam sesat

~Fikri Faris

Fajar 7 Dzulhijjah 1429

untuk yang sudi membaca,
dan siapapun yang kini merasa seperti sebuah komet…
Iklan

~ oleh Fikri Faris pada 5 Desember 2008.

26 Tanggapan to “Munajah Bintang Kelana”

  1. Merasa kesepian di tengan keramaian.
    Ramenya teman, sahabat sudah terasa tak asyik lagi..

    Loh..loh..apa apan nih :mrgreen:

    btw, pertamax ya

    loh,loh..apaan ya :mrgreen: , trims akh

  2. puisi yg bagus,,,,
    jadi iri,

    main main yuk ke
    http://www.siamang.tk

    salam kenal,,

    biasa ajah, salam kenal juga

  3. ya Allah Sang Maha pembolak balik hati, jadikanlah Islam sebagai tiang penyanggaku hingga akhir hayat, Amin

    amiiin…

  4. Dari dulu saya blom pernah bisa menulis puisi hehe.. semoga ada hikmahnya

    amiinn 🙂

  5. Katamu:
    …Ku tak tahu darimana ku memulai
    dan dimana ku kan berkata
    “kita sudah sampai”

    Kata Gibran:
    “…Jiwa berjalan di atas semua jalan, ia tidak berjalan di atas sebuah garis dan tidak tumbuh bagai ilalang,

    Jiwa membuka dirinya seperti kuntum teratai dengan daun bunga maha tak terhingga…”

    Kata-ku:
    Jadi, Tak perlu kautahu dimana harus memulai, Pun tak perlu kautahu kapan akan berakhir

    Hanya satu yang harus kau perhatikan,
    Tetaplah berjalan..

    kata hooligans liverpool:
    “you will never walk alone”

    hmmm…ya, ku kan tetap berjalan teman,..

  6. Puisinya bagus…dua jempol buat bangfik!

    Tapi, puisi yang “dulu” itu mana??? Mana??? *penasaran.com* :mrgreen:
    Jangan pura2 lupa 🙄

    trims..
    eeee, mana ya?? zizizi :mrgreen:
    next posting deh

  7. wah..hebat bisa bersahabat sama sunyi. hhi

    puisinya bgusss .. 😉
    salam kenal

    karena sunyi tak berkata,..
    terimakasi, salam kenal juga ya 😉

  8. aku merinding bacanya! fikri, ada PR buat kamu, liat blog aku ya!! selamat menderita!

    pr mu juga bikin mrinding chup! kejem lu

  9. hm… puisi yg dalam….(komentar macam apa ini)
    😎

    macam komentar Dida :mrgreen:

  10. Bagus, ya, puisinya…
    Salam kenal juga, makasih udah berkunjung… 🙂

    trims (iyakah?)
    samasama ^^

  11. tukeran linkkkkkkkkkkkkkkkkkk!
    oke2? ^^

    oke2 :mrgreen:

  12. puisinya bagus mas Faris… ^_^

    antum mampir di sini ya, butuh koreksi untuk puisi ini…

    http://blog.its.ac.id/fitriawanenviroitsacid/

    trims, oke! (koreksi?) ❓

  13. sunyi.., senyap..dan hampa

    Sungguh menyentuh.
    Lagi ngapain bro?

    iyakah ❓ hmm, lagi sibuk nih akh, banyak assgnmntz >_<*

  14. hmm, puisiku tentang komet loh ya, tp intrpretasi sy kmbalikan k pmbaca… walau bberapa bait ternyata emg gw banget, huhu

  15. ooo tentang komet ya…
    kirain ttg bintang jatuh [jiah!]

    maka debu, kembali ke debu!

    abu kembali ke abu

  16. “Gelap adalah peraduanku
    tempatku bermimpi tentang Kelam”

    kini, cahayaNya adalah energiku
    tempat cerahkan mimpi peroleh cintaNYa
    sehingga kelam musnah dari pandangan.

    puisi yang luar biasa sobat!!!
    teruslah berkarya, semoga jari-jemari ini senantiasa tertunduk dalam penghambaannya.

  17. oh daku belum komeng nang kene ya, komen dulu ah… :mrgreen:

  18. bintangnya mantep

    😆

    ❓

  19. It’s nice to be here juga…

    +Kunjungan balik+

    thanx

    yupp

  20. wah, puisinya bagus, cocok kalo jadi sastrawan puisi..
    salam kenal, ya…

    oow, thats too much sir, but thx anyway… salam kenal juga ya^^, url nya mana ❓

  21. bintang, langit, awan, nebula, aurora, surya, langit selalu penuh pesona… 🙂

    semuanya berdzikir dalam tawaf memuja-Nya 😀

  22. oohhh bakat terpendaammmmmm…..:mrgreen: bagus akh…kalo komet tuh ya,,,muter2nya teratur…ga taw kapan berhentinya…kalo BBM naik kali yak…hhhh

    trims. BBM? diturunkan,..diturunkan,..diturunkan,.. (prasaan kyk ngiklan politik nih, hihi)

  23. iyah..komet banget..

  24. sooo nice…luv it,, 🙂

    thanks

  25. izin copas, bolehkah? jazakallah

    wa iyyaku, boleh saja, alhamdulillah… jangan lupa sertakan sumbernya ya.. 🙂

  26. Ikhwan filaah……….
    Sunyi itu indah…..
    apalagi kesunyian di 2/3 malam,

    Dan dingin itu itu nikmat..
    apalagi dingin air penyuci hati di tengah malam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: