Layang

KITE6~1_c

Dan apabila kau, teman
melambungkanku di balik awan
maka aku penguasa ketinggian
memperbudak daratan

––♥

Tapi teman…

Bilakah kau berhenti mengulurku?

Begitu tinggi kau lambung aku
semakin jauh terlihat dirimu…

Teman…

Bisakah kau tarik kembali benangku?

Sangat jauh kau layangkan aku
semakin sakit nanti jatuhku…

Dan…

Maukah kau turunkan aku? –

Kembali lagi ke bumi yang kurindu
Sebagai kertas ganjil berbuluh bambu…

☺~ f.faris

~untuk siapapun yang merasa melayang dan siap untuk jatuh…

Iklan

~ oleh Fikri Faris pada 29 Mei 2009.

14 Tanggapan to “Layang”

  1. dah lama nih nggak main layangan, terakhir main awal kuliah dulu :mrgreen:

    hoho 😀

  2. jika kita sudah memilih untuk melayang,..harusnya sudah siapkan pula untuk jatuh..
    jika sudah punya pilihan,..harusnya sudah sipa pula dengan konsekuensinya 🙂

    ukhti benar-benar “membacanya” ternyata :), terimakasih ^^

  3. Sakit itu justru mengingatkan kembali bahwa kita hanya manusia biasa yang tak boleh lepas dari ikhtiar dan doa.

    Berani melayang, berani jatuh, berani sakit, berani bangkit, berani melayang lagi, berani jatuh lagi, dst.

    Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Halah, jadul bgt yak… :mrgreen:

    *scara tiba2 jd inget film Kite Runner yg miris*

    makasih nasehatnya Ukhti… huu, jadi terharu, “kena” banget niiihhh…
    *saya juga penasaran ama film itu, dari dulu belum sempet nonton*

  4. Ewww.., pinternya berpuisi.
    Aq slalu binun dg kebanyakan puisi; kurang jiwa seni sich keknya… 😎

    trims, biasa wae kok bro

  5. Ehem-ehem..
    hai bang fikri, puisinya bagus hehe 🙂

    ehm-ehm, biasa aja

  6. layang-layang

    kuambil bulu sebatang
    kupotong sama panjang
    kuraut dan kutimbang dengan benang
    kujadikan layang-layang

    🙂 salam kenal, terimalah puisi saya,

    salam spesial,

    wah, trims yah… salam kenal juga ^L^… lirik lagu masa kecil ya

  7. nice poem 🙂

  8. akhir-akhir ini Mas Fikri suka berpuisi…
    ada apa? 😕

  9. @Afra: thanks ^^
    @Ghani: I’m OK bro 🙂

  10. memang sesuatu pasti ada resikonya..
    jika kita sudah mencapai puncak, daratanlah yang paling diinginkan..
    dan berlaku sebaliknya..
    hehehehe..
    haloo Mas..

  11. Ikutan lomba puisi menang nih ^^

  12. wew, dah kembali brader?
    kemarin knp? koq sampe hiatus lama sekali?
    rumah impian…yeah, i’ll prove it!!!
    check this out
    http://rumahdanmimpi.blogspot.com/

  13. Memang benar pilihan,,engkau menjadi pohon yang menjulang,maka bersiaplah terhempas angin kencang,,bahkan kelak kan tumbang…
    Atau engkau takut terhempas dan tumbang,maka jadilah rerumputan rendahan,,diinjak-injak dan bersanding kotoran…
    Ada harga yang harus dibayar dalam tiap pilihan,,,
    Mereka yang benar-benar siap untuk sukses,telah mempersiapkan dirinya untuk gagal…

    *syairnya bagus akh ^^,,seneng bacanya…

    alhamdulillah,.. jazakallahu khairan, tanggapan antum mencerahkan jua ^.^

  14. Main layang-layang? Udah lamaa ga, jadi ingat jaman dulu.. Nice poem, Fik! (n.n)d
    Btw, ijin blogroll yak.. (maap telat ijinnya, he :D)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: