Sedikit Cerita tentang Yoghurt

2007-10-12-StrawberrySplashMilk_6799Yoghurt?!… ya! šŸ’”
kalau anda berpikir salah masuk blog, yakinlah…anda berada di thinkfaris.wordpress…dengan penulis yang sama dengan yang dulu šŸ˜Ž

mengapa tiba-tiba muncul yoghurt setelah segala puisi, dongeng yang ngga jelas dan lama hiatus?
entahlah, tidak semua hal bisa kita ungkapkan alasannya kan? setidaknya tulisan ini bisa menandakan eksistensi blog yang telah sekian lama terbengkalai. šŸ˜

Yoghurt menjadi menu favorit saya beberapa bulan belakangan ini. Awalnya hanya mencoba, setelah mengetahui kebaikan minuman ini. Saya membelinya di toko, yoghurt tawar. Sekali, dua kali dan saya bisa menikmatinya (butuh membiasakan diri dengan aroma yoghurt, terutama bagi orang yang tdak terbiasa minum susu seperti saya).

Saya mulai berpikir menjadikannya minuman yang rutin, terutama sebagai kompensasi resistensi saya terhadap susu… hanya saja harganya lumayan mahal untuk sesuatu yang bakal jadi konsumsi rutin, jadi saya mencoba untuk membuatnya saja. Lumayan, dengan jumlah dan kualitas yang sama saya bisa menghemat separuhnya (tentu dengan menyisihkan sedikit waktu untuk membuatnya).

Kalau anda mencari cara membuat yoghurt di search engine, anda akan menemukan ribuan website yang menuliskannya (blog ini bakal menjadi salah satunya). Saya memulai dari situ, dan menemukan banyak saran dan variasi teknik untuk mendapatkan yoghurt.

Saya hanya akan bercerita tentang yoghurt tawar (plain yoghurt), hingga memungkinkan anda untuk menambahkan rasa sesuai selera nantinya. Let’s do it my way! šŸ˜Ž

Bahan:

  • 1 liter susu sapi UHT kotak, bisa yang full cream, low fat atau high calcium, terserah anda… bisa juga susu kambing, asalkan sudah steril.
  • Yoghurt tawar (plain yoghurt) sebagai starter. Yoghurt ini adalah produk yoghurt yang sudah jadi ( atau sisa yoghurt sebelumnya), bisa anda temukan di supermarket. Tapi kalau anda bisa menemukan biang yoghurt yang dikhususkan sebagai starter yoghurt tentu akan lebih baik.

Alat:

  • Siapkan panci stainless steel dan sendok kayu untuk pengaduk.
  • Wadah untuk menyimpan yoghurt (botol kaca, atau gelas) yang steril.
  • Handuk ā—
  • Akan sangat bagus kalau anda punya termometer untuk mengukur suhu air, tapi ini bukan suatu keharusan. (saya sendiri tidak memilikinya)

Lalu apa yang harus dilakukan setelah itu…?

  • Pertama, pastikan mood anda dalam keadaan baik sebelum memulai membuat yoghurt (bagi yang pernah membaca The Miracle of Water, karangan Masaru Emoto , pasti mengerti alasannya) šŸ˜‰
  • Panaskan 1 liter susu pada panci, cukup dengan api sedang. Aduklah beberapa kali dalam proses pemanasan. Matikan api ketika susu mulai berasap.

Note: bisa juga dipanaskan pada suhu 85Ā°CĀ  sampai 30 menit untuk mendapatkan yoghurt yang lebih kental, tapi tidak perlu sampai mendidih.

  • Lalu dinginkan sekitar 20 hingga 30 menit, atau suhunya mencapai kurang lebih 38 Ā°C hingga 45 Ā°C (kalau anda menggunakan termometer). Prinsipnya sampai suhu yang biasa disebut orang “hangat kuku”, suhu yang cukup nyaman untuk dinikmati orang ketika mandi air hangat atau bayi ketika meminum susunya (butuh “sense” untuk tahap ini, tapi anda akan mengerti kalau sudah mencobanya)

Tips: Teteskan susu hangat di kulit lengan bagian dalam,dan gunakan “the sense”,… cukup hangat?

  • Setelah susu berada pada suhu “nyaman”, campurkan 4 sendok makan yoghurt tawar pada susu dan aduk. Lalu anda bisa tuangkan susu yang sudah “tercemar” yoghurt ke wadah botol kaca atau gelas, atau biarkan saja di panci yang tertutup.

Note: kalau anda memiliki biang yoghurt yang kental / cukup padat, takaran 1-3 sendok makan saya rasa cukup, tergantung seberapa kental biang yoghurt anda.
Oh ya, hindari berbicara apalagi bergosip ketika membuat yoghurt, selain bisa dosa, air liur anda dapat mencemari susu. šŸ˜›

  • Lalu tahap yang terpenting, yaitu tahap fermentasi. Prinsip, anda harus memastikan suhu “nyaman” terjaga konstan pada wadah setidaknya 4 jam ke depan. Ada berbagai macam teknik untuk melakukannya, namun yang saya gunakan hanya dengan menyelimuti rapat wadah tempat menyimpan yoghurt dengan handuk, dan cara ini cukup berhasil.

Note: pastikan ibu atau anggota keluarga anda yang lain mengetahui apa yang anda lakukan,… botol berselimut tebal bukan hal yang terlihat lazim terlihat di rumah :mrgreen:

  • Biarkan setidaknya selama 4 jam, kemudian anda periksa, apakah susu mulai bergumpal, terdapat cairan bening di atasnya dan beraroma khas yoghurt? kalau ya, berarti anda berhasil… anda bisa segera masukkan ke lemari pendingin, atau anda biarkan lagi beberapa jam, tergantung semasam apa yoghurt yang anda mau. Semakin lama semakin masam. Saya lebih suka yang mendiamkannya hingga 8 jam, lebih masam, lebih mantap šŸ˜€

Note: kalau anda menggunakan botol sebagai wadah, cukup isi Ā¾ botol dengan yoghurt, dan jangan tutup botol dengan rapat, saya rasa mereka juga butuh bernapas… pengalaman saya, susu yang gagal menjadi yoghurt akibat menutup botol yang terisi penuh dengan sangat rapat.

Ya, cukup itu cara saja membuat yoghurt tawar. Sekarang tinggal kreasi anda untuk memanfaatkan yoghurt tawar itu. Sejujurnya, yoghurt tawar bukan minuman yang enak untuk diminum langsung. Sehari-hari saya biasanya mencampurnya dengan madu. Coba minum yoghurt dengan sirup, manisan buah atau jus buah… mmm yumm, membuat mood anda akan lebih baik dan siap untuk membuat yoghurt lagi… šŸ˜‰

Sebenarnya sudah banyak cerita tentang yoghurt di internet. Tentang apa itu yoghurt dan bagaimana sejarahnya bisa anda lihat tautan:
http://id.wikipedia.org/wiki/Yoghurt

Yoghurt memiliki nilai gizi tinggi dan khasiat yang banyak. Yang pasti segala kebaikan susu ada pada yoghurt. Kalsium, lemak, protein dan banyak macam vitamin… Cukup banyak alasan untuk mencintai yoghurt…

tautan tentang manfaat yoghurt:

http://www.geocities.com/tethypermanasari/aneka_khasiat_yoghurt.htm

Referensi lain yang lebih advance dalam membuat yoghurt bisa dilihat di:

http://www.warintek.ristek.go.id/pangan_kesehatan/pangan/ipb/Yoghurt.pdf

So, have a nice… yoghurt! ^^

Iklan

~ oleh Fikri Faris pada 28 September 2009.

24 Tanggapan to “Sedikit Cerita tentang Yoghurt”

  1. pertamax…

    bs dcoba neh gan tar2annya

    @kang sadat : menu desertnya dunx (evil_grin)

  2. keduax…
    CTRL+S
    kapan yah, bisa praktek :mrgreen:

  3. Amankan dulu posisi ketigax !! baru baca

  4. doh! ini kaskuser smua ya? šŸ˜•

  5. Nice posting gan *loh..
    Syukron akh.. informasinya bermanfaat, bisa dibuat usaha juga..
    saya termasuk orang yang menyukai susu, yoghurt juga suka ^^

    sip2! iya bagus buat usaha,.. diminum sendiri juga bagus ^L^

  6. ew…aku tak suka yoghurt šŸ˜› asem2,..ga enak.. T_T

    yee, kalo diminum langsung emang ga enak,.. pake madu atau jus baru joss!

  7. pake standard astm nggak nih? :mrgreen:

  8. walah, bikin yoghurt kok syarat-syaratnya banyak tho?
    mending beli yang instan…
    sour sally ^^

  9. Itulah salah satu adonan susu selain keju yang aku suka…
    hehehehehehehehe..
    enak banget tuch…
    mampir mas…

  10. nice posting.. alternatif bagus untuk nabung kalsium bagi yang lactose intolerance,,
    salam kenal ^^

  11. Makanya anak saya senang sekali dengan yoghurt, rupanya memang begitulah khasiatnya

    Tulisan yang bermanfaat.

    TFS

    Salam hangat

  12. Assalamu’alaykum

    Blogwalking :mrgreen:

  13. *lama ga main ke sini*
    yoghurt saya suka banget, mau tawar atau yang ada rasanya
    thanks ya infonya, keknya bisa dicoba ini :mrgreen:

  14. Gimana dengan frozen yoghurt? šŸ˜€ Kayak eskrim! šŸ™‚

  15. Kunjungan pertamaku di blognya teman sebangku waktu SMA.
    Komentar pertama: COOOLLLL… two thumbs up! šŸ˜€
    Komentar selanjutnya.. Yoghurt? Hmm, aku lebih suka susu, hihi..:p
    Mungkin bukan karena rasanya yang asam, tapi hanya karena belum begitu terbiasa merasakannya hadir di keseharianku.
    But anyway, semoga satu hari bisa mencobanya! Sukses terus ya Fik..!

  16. gk suka ma yougurt.. lebih suka keju…
    meski sama2 olahan susu

  17. Apik… apik…

    Pengumuman… pengumuman…
    Sodara… sodara… yang tidak suka susu, cobalah minum yoghurt!!!

    Tapi aku lebih suka susu, apalagi yang low fat high calcium. Cocok buat manusia dewasa (karena tidak mau ngaku tua :)) karena tidak bikin gemuk dan baik untuk tulang.

    Salam

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com/

  18. tertarik dg postingan ini…

    beberapa waktu yg lalu temen2 farmasi juga bikin yogurt herbal yang sangat baik bagi kesehatan.
    tp karena bhan2nya herbal kadang rasanya kurang ‘enak’ di lidah

    ada gak ya,, cara memperbaiki rasa yogurt dg bhan dasar herbal???

  19. Saya ucapkan :
    Taqabbalallaahu Minnaa wa minkum shaalihal a’mal
    Selamat Idul Fitri 1431 H.

  20. Assalamu’alaikum Fik..
    Apa kabar? Lama ndak BW ke blog ini.
    Hm, sekadar info. Ada award terusan dari sahabatku.
    Silakan dibawa pulang šŸ˜€

    Nuwun,
    Phie

  21. mana yogurtnya???
    nih, tak kasih award
    http://akhsa.wordpress.com/2011/03/14/dapat-award-truly-blogger-from-indonesia/ šŸ˜€

  22. maafkan saya buat para komentator… saya tidak bisa balas semua komentar2 anda karena kesibukan saya… *soksibuk.com* šŸ˜›
    @Phie dan @Kang Sadat:
    terima kasih awardnya… *kok merasa terledek dengan award2 kalian…haha*

  23. assalamu’alaykum..afwan..mampir nh di blog antum…http://tentarakecilku.blogspot.com

  24. saya bru mencoba dan saya sudah mengikuti step stepnya..tekstur dan baunya sudah sepeerti yougurt tp raya hanya asam di awal saya mencicipi..tp setelah itu rasanya tawar…adakah saya melakukan kesalahan..dimana…tolong pencerahannya..trimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: